Showing posts with label Think - Quotes. Show all posts
Showing posts with label Think - Quotes. Show all posts

Friday, 21 October 2011

Jelajahilah!, Wahai anakku...


'Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan-ciptaan-Nya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan kekuatanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.'

(Ali bin Abi Thalib ra.)

--untuk semua teman-teman sesama perantau ilmu diseluruh penjuru dunia


#disadur dari buku '99 Cahaya di Langit Eropa' hal 9
 by Hanum S.Rais dan Rangga Almahendra

Thanks to Ali Irhami atas bukunya!

Friday, 15 July 2011

Nulis yuk..

Verba volant, scripta manent...

Kalimat yang begitu berkesan yang saya tangkap ketika menengok halaman blog salah seorang kawan. "Verba volant, scripta manent" means "spoken words fly away, written words remain". Yang terucap akan hilang-yang tertulis akan abadi..

Yap..apapun bentuknya; torehan prasasti. naskah, buku, paper ilmiah, hingga blog dalam dunia maya, tulisan akan selalu meninggalkan kesan dan pesannya yang tak akan mudah termakan oleh waktu, tak perduli positif atau negatif isinya..tak tergantung cerita yang dituturkannya.

Tulisan tidak hanya suatu deretan huruf dan angka yang diguratkan tanpa arti, tulisan adalah representasi nyata dari proses rumit pikiran manusia yang tentunya tidak dibuat begitu saja. Tulisan adalah sebuah akhiran dari proses pembelajaran ; membaca-memahami-menulis. Tulisan memiliki daya kekuatannya sendiri, dapat mencerahkan, dapat menyesatkan, dapat meluluskan juga dapat menggagalkan, dapat menobatkan sekaligus dapat menggulingkan. Yah..intinya dengan menulis secara baik kita dapat berekspresi, bertukar pikiran, mengemukakan pendapat, menyelesaikan masalah dan menyebarkan manfaat kesekitar kita...

Seperti pesan Nyai Ontosoroh pada Minke di salah satu percakapannya dalam buku "Anak Semua Bangsa" karya Pramoedya Ananta Toer..
"Tahu kau mengapa aku sayangi ka lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudianhari."

Lets Write!

a bunch of thanks to my friend, Sigit Erdianto Sunarno, for the words "Verba volant, scripta manent" that u've shared in ur blog. Nice!

Thursday, 7 July 2011

Harta = Makan + Pakai + Sedekah

"Putra-putri Adam berkata.'hartaku,hartaku.' Hai Manusia! Engkau tidak memiliki dari (apa yang engkau anggap) hartamu kecuali apa yang telah engkau makan dan engkau habiskan, atau apa yang engkau pakai dan lapukkan, atau apa yang engkau sedekahkan sampai habis. Selain dari itu semuanya akan engkau tinggalkan untuk orang lain." 
(HR. Muslim melalui Matharrif)
*dikutip dari buku tafsir Al-Mishbah jilid-15 karya Prof.Quraish Shihab pembahasan surah Al-Insyirah


 

Sunday, 26 June 2011

Belajar dari Max

"Mula-mula orang justru harus menilai di mana penggunaan berhenti dan diganti oleh penyalahgunaan; di mana penyalahgunaan ada, di mana sesungguhnya telah terjadi perampasan atau kesewenang-wenangan, seringkali korban-korban sendiri turut membantu, baik karena terlalu patuh, maupun karena ketakutan, atau karena kecurigaan kepada kemauan atau kekuasaan orang yang harus melindunginya."
Max Havelaar 
hal.67
by Multatuli

sumber gambar : inioke.com

Pemikiran menarik yang dituliskan oleh Max ketika mengomentari kekuasaan bangsawan pribumi yang kala itu berkuasa; mereka menggunakan jabatannya sebagai bupati yang sering berakhir pada penyalahgunaan dari jabatan itu sendiri.

"Orang merasa hal yang biasa, bahwa beratus-ratus keluarga yang mendapat panggilan dari tempat-tempat yang jauh, untuk, tanpa bayaran, mengerjakan ladang-ladang milik bupati, orang yang merasa hal biasa, bahwa mereka memberikan tanpa bayaran barang makanan untuk keperluan rumah tangga bupati; dan jika bupati berkenan menyenangi seekor kuda, seekor kerbau, seorang anak gadis, seorang isteri orang biasa, maka dianggap luar biasa dan mustahil jika orang itu tidak mau menyerahkan tanpa syarat apa yang diinginkan itu."
Max Havelaar
hal. 65
by Multatuli

yang menarik, Multatuli (melalui tokohnya; Max) menyatakan pendapat dan analisa yang menyatakan bahwa penyalahgunaan itu bukan semata kesalahan sang bupati yang menyalahgunakan kekuasaannya namun juga karena korban-korban (dalam hal ini rakyatnya) yang turut membantu melestarikan penyalahgunaan itu dengan berbagai alasan; "...baik karena terlalu patuh, maupun karena ketakutan atau karena kecurigaan kepada kemauan atau kekuasaan orang yang harus melindunginya." memang sudah menjadi sifat nature bagi bangsa kita yang begitu patuh pada atasan ataupun pimpinan sehingga tak jarang segala bentuk perintah "bapak/ibu atasan" selalu di turuti tanpa koreksi.

Jika sampai saat ini kita masih merasa diperlakukan tidak adil ataupun terseret sistem yang buruk; mungkin bukan seluruhnya kesalahan atasan ataupun sistem, tapi juga mungkin kesalahan kita yang cuma bisa manut; kalaupun protes bisanya dibelakang saja. Yap..kita sekarang juga sering mendengar, "kejahatan bukan hanya karena niat dari pelaku tetapi juga karena adanya kesempatan..". Maka, jangan ragu untuk berpendapat dan mengingatkan; dengan cara yang baik dan sopan juga berlandaskan kebenaran (jangan juga so-so-an keukeuh padahal salah) tentunya.

Itu salah satu pemikiran yang paling menarik yang saya peroleh sepanjang perjalanan menamatkan kisah legendaris yang sering disebut-sebut dalam buku sejarah ini, Max Havelaar. Memang Sejarah bisa berulang, atau mungkin kejadian dalam sejarah itu belum pernah berakhir sampai sekarang jika kita enggan untuk memetik hikmah darinya.

Saturday, 25 June 2011

"Sepandai-pandai ahli yang berada dalam kekuasaan yang bodoh ikut juga jadi bodoh"

"Telah bersumpah kami menjadi pekerja yang baik bagi gerakan Angkatan Muda... Sebab semua percuma kalau toh harus diperintah oleh Angkatan Tua yang bodoh dan korup tapi berkuasa, dan harus ikut jadi bodoh dan korup demi mempertahankan kekuasaan. Percuma, Tuan. Sepandai-pandainya ahli yang berada dalam kekuasaan yang bodoh ikut juga jadi bodoh, Tuan. Kepercayaan itu justru kekuatan yang menggerakkan kami. Kami tak pernah dijajah oleh ras lain, kamitakkan rela mendapatkan pengalaman demikian. sebaliknya kami pun tak ada impian untuk menjajah ras lain. Itu kepercayaan. Orang tua-tua kami bilang: Di langit ada sorga, di bumi ada Hanchou, dan kami menambahkan: di hati ada kepercayaan."
Percakapan antara Minke dan Khouw Ah Soe
Novel Anak Semua Bangsa
oleh Pramoedya Ananta Toer.

sumber gambar : www.kitareview.com

Kalimat tersebut menjadi pembuka yang menghenyakkan kala pertamakali membaca novel kedua seri tetralogi Pulau Buru ini. Spontan hati ini berkata.."Memang sejarah dapat berulang."

Wednesday, 15 June 2011

Aku yakin..


“Keyakinan itu begitu kuat mengakar dalam hati.. Ia tak mudah untuk luntur, dan tak akan pernah gagal ataupun salah..jika kita merasa bahwa keyakinan yang kita miliki itu telah gagal atau salah, maka sadarilah bahwa yang selama ini ada dalam hati kita itu adalah bukan suatu keyakinan, tapi barulah sekadar keinginan belaka..”

Saturday, 4 December 2010

Aku Tahu, Lantas Aku tak hanya Percaya, dan Akupun Yakin

"Ketika aku tahu bahwa sesuatu perbuatan itu terlarang, lalu ada kesempatan, waktu, dan kemampuan untuk aku melakukannya, lantas aku melakukannya, maka aku baru PERCAYA bahwa hal tersebut terlarang. namun, ketika aku tahu bahwa sesuatu perbuatan itu terlatang, lalu ada kesempatan, waktu dan kemampuan untuk aku melakukannya, tetapi aku tetap menahan diri, dengan segala daya upaya yang bisa kulakukan agar tak melakukannya. dan aku tak pernah melakukannya,maka aku YAKIN bahwa hal tersebut terlarang".

Thursday, 25 November 2010

Tak Mengenal Batas




Berkawan, adalah pengalaman paling berharga yang dimiliki setiap orang dalam hidupnya. 
menjadi makhluk sosial secara utuh, saling melengkapi, membutuhkan atau hanya sekadar berbagi hal-hal kecil. 
selalu ada saja cerita menarik di hari-hari lalu, yang sebagian besarnya dibuat oleh kawan-kawan disekitar kita,  begitu juga nanti, dimasa yang akan datang.  
memang tak ada kebersamaan yang abadi, namun kita percaya bahwa semangat dan rasa persaudaraan tak mengenal batas ruang dan waktu.



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Powerade Coupons